Archive for the ‘JURNAL PENELITIAN’ Category





Peneliti   : Ai DariahFahmuddin A, Sitanala A, Sudarsono dan Maswar.

Sumber  : Anonim

 Abstrak :

 Usahatani berbasis kopi telah diyakini para pengambil kebijakan, sebagai penyebab tingginya erosi dan sumber sedimentasi. Untuk menekan besarnya erosi dan memperbaiki fungsi hutan, telah dilakukan suatu pendekatan dengan memindahkan petani yang bermukim dalam kawasan hutan dan membabat tanaman kopi serta menggantinya dengan tanaman kayu-kayuan atau  legumtree seperti Calliandra calothirsus. 

Penelitian yang dilakukan oleh Ai Dariah dan kawan-kawan ini bertujuan untuk mempelajari tingkat erosi pada lahan usahatani kopi  dan menguji efektivitas  teknik  konservasi dalam menekan erosi, aliran permukaan dan kehilangan hara serta bahan organik tanah.  Penelitian berlangsung dari bulan Nopember 2001 sampai dengan Juli 2003 pada lahan usahatani kopi umur 3 tahun di Dusun Tepus dan Laksana. Kemiringan lahan berkisar antara 50 – 60 %.  Pengukuran erosi dilakukan pada petak berukuran panjang 15 m dan lebar 8 m. Baca Selengkapnya disini >>> ……


Peneliti           : Prasetyo B.H. dan Suriadikarta D.A.

Sumber           : Jurnal Litbang Pertanian, 25(2), 2006

 

Abstrak :

 

 Tanah Ultisol mempunyai sebaran yang sangat luas, meliputi hampir 25% dari total daratan Indonesia. Penampang tanah yang dalam dan kapasitas tukar kation yang tergolong sedang hingga tinggi menjadikan tanah ini mempunyai peranan yang penting dalam pengembangan pertanian lahan kering di Indonesia. Hampir semua jenis tanaman dapat tumbuh dan dikembangkan pada tanah ini, kecuali terkendala oleh iklim dan relief. Kesuburan alami tanah Ultisol umumnya terdapat pada horizon A yang tipis dengan kandungan bahan organik yang rendah. Unsur hara makro seperti fosfor dan kalium yang sering kahat, reaksi tanah masam hingga sangat masam, serta kejenuhan aluminium yang tinggi merupakan sifat-sifat tanah Ultisol yang sering menghambat pertumbuhan tanaman. Selain itu terdapat horizon argilik yang mempengaruhi sifat fisik tanah, seperti berkurangnya pori mikro dan makro serta bertambahnya aliran permukaan yang pada akhirnya dapat mendorong terjadinya erosi tanah. Baca Selengkapnya Disini >>>……


Penulis            : Anonim

Sumber           : Anonim

 Cabai atau cabe merah atau lombok (bahasa Jawa) adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan. Cabe merupakan tanaman perdu dari famili terong-terongan yang memiliki nama ilmiah Capsicum sp. Cabe berasal dari benua Amerika tepatnya daerah Peru dan menyebar ke negara-negara benua Amerika, Eropa dan Asia termasuk Negara Indonesia. Tanaman cabe banyak ragam tipe pertumbuhan dan bentuk buahnya. Diperkirakan terdapat 20 spesies yang sebagian besar hidup di Negara asalnya. Masyarakat pada umumnya hanya mengenal beberapa jenis saja, yakni Cabe besar, cabe keriting, cabe rawit dan paprika. Secara umum cabe memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin. Diantaranya Kalori, Protein, Lemak, Kabohidarat, Kalsium, Vitamin A, B1 dan Vitamin C. Baca Selengkapnya Disini >>>……


Penulis : Anonim

Sumber : BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN  LAMPUNG

   Usaha pengembangan kakao di Lampung sering mengalami berbagai hambatan terutama oleh hama dan penyakit.  Salah satu kendala utamanya adalah adanya beberapa jenis hama penyakit yang sering menyerang tanaman kakao. Jenis hama/penyakit yang sering menyerang tanaman kakao di Lampung antara lain:  (a)  hama penggerek buah kakao; (b) kepik penghisap buah kakao,  Helopeltis antonii Sign; dan  (c) penyakit busuk buah,  Phytophthora palmivora. Baca Selengkapnya disini >>>……


Penulis   : Anonim

Sumber  : Anonim

Cabe  (Capsicum  Annum  varlongum) merupakan  salah  satu  komoditas  hortikultura  yang memiliki nilai  ekonomi  penting  di  Indonesia.  Cabe merupakan  tanaman  perdu  dari  famili  terong‐terongan yang memiliki nama  ilmiah Capsicum  sp. Cabe berasal dari benua Amerika tepatnya daerah Peru dan menyebar ke negara‐negara benua Amerika, Eropa dan Asia termasuk Negara Indonesia. Tanaman  cabe  banyak  ragam  tipe  pertumbuhan  dan  bentuk  buahnya.  Diperkirakan  terdapat  20 spesies yang sebagian besar hidup di Negara asalnya.Masyarakat pada umumnya hanya mengenal beberapa jenis saja, yakni Cabe besar, cabe keriting, cabe  rawit  dan  paprika.  Secara  umum  cabe  memiliki  banyak  kandungan  gizi  dan  vitamin. Baca Selengkapnya disini >>>;……


Penulis      :   Anonim

Sumber     :   Balai besar Pengkajian & Pengembangan Teknologi Pertanian

                     Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 2008.

 Jahe (Zingiber officinale Rosc) adalah tanaman herba tahunan yang bernilai ekonomi tinggi. Tanaman ini umumnya dipanen pada kisaran umur 8-12 bulan, tergantung keperluan. Kalau untuk konsumsi segar, misalnya untuk bumbu masak, jahe dipanen pada umur 8 bulan. Kalau untuk keperluan bibit dipanen umur 10 bulan atau lebih. Namun bila untuk keperluan asinan jahe dan jahe awet, tanaman jahe  dipanen pada umur muda yakni 3-4 bulan.

Jahe juga diperlukan untuk bahan baku obat tradisional dan fitofarmaka. Keuntungan bersih usaha budidaya tanaman jahe bisa mencapai Rp 21 juta lebih/ha.  Permintaan pasar di dalam negeri untuk keperluan berbagai industri belum bisa dipenuhi, sehingga Indonesia masih mendatangkan jahe dari China. Permintaan pasar akan ekspor jahe cukup banyak, di antaranya, Indonesia belum dapat memenuhi permintaan jahe gajah negara Belanda sebanyak 40 ton setiap bulan. Baca Selengkapnya disini >>>……


Penulis                 : Nuansa A.

Sumber                : http://fpk.unair.ac.id

 Wortel (Daucus carota) merupakan jenis sayuran umbi semusim, terpopuler kedua di dunia setelah kentang yang mempunyai kandungan vitamin A yang tinggi (12.000 Satuan Internasional / SI). Wortel tergolong sebagai sayuran sumber serat makanan yang tinggi, merupakan sumber antioksidan alami, kandungan ß-karoten wortel cukup tinggi, mudah diperoleh dan murah harganya. Biasanya wortel berwarna jingga atau putih dengan tekstur serupa kayu. Tanaman wortel berbentuk semak (perdu). Wortel mempunyai batang daun basah yang berupa sekumpulan pelepah ( tangkai daun ) yang muncul. Baca Selengkapnya disini >>> ……