Contoh Laporan Praktikum DDIT-1

Posted: February 3, 2013 in LAPORAN PRAKTIKUM, PRAKTIKUM

LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM DASAR-DASAR ILMU TANAH

 “PENGENALAN PROFIL TANAH

 

 

OLEH :

 

NAMA                                        :

NO. BP                                        :

PROGRAM STUDI                  :

KELOMPOK                             :

ANGGOTA KELOMPOK       :

                 1 ……………………..

                 2 ……………………..

                 3 ……………………..      

                 4 ……………………..

                 5 ……………………..

 

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG 2013

 

 

l. PENDAHULUAN

  

  • A.      Latar Belakang

 

Tanah yang digunakan dalam praktikum adalah bagian dari permukaan bumi yang mengandung dan menopang kehidupan atau mampu sebagai media tumbuh tanaman .Batas atas tanah adalah udara atau air yang dangkal.  Batas bawah tanah sulit ditentukan  atau sampai batuan di bawahnya.Tanah berbentuk lapisan-lapisan diatas batuan terkonsolidasi sebagai akibat interaksi  dari bahan induk, iklim, makhluk hidup, topografi, dan pada periode waktu tertentu.Walaupun batas bawah dari tanah tidak bias didefinisikan, tetapi batas bawah tersxebut dapat ditandai dengan batas aktivitas biologi seperti batas perakaran, dan kehidupan mikroba tanah.  Jika aktivitas biologi lebih dari 200 cm, maka secara konvensi batas terbawah tanah adalah 200 cm ( 2 meter ).

 B.       Tujuan

    Tujuan dari praktikum  pengenalan profil tanah  yaitu :
  1. Dapat mengtetahui warna, struktur dan tekstur tanah
  2. Dapat menentukan lapisan-lapisan tanah
  3. Dapat mengetahui apa sebenarnya yang di maksud profil tanah secara nyata.

 

ll. TINJAUAN PUSTAKA

 Tanah merupakan lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi tempat tumbuh berkembangnya perakaran penopang tegak tumbuhnya tanaman dan penyuplai kebutuhan air dan udara, secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi ( senyawa porganik dan anorganik sederhana dan unsure-unsur esensial seperti N, P,K,Ca, Mg, S, CU, Zn, Fe, Mn, B, Cl dan lain-lain ), dan secara biologis berfungsi sebagai habitat biota ( organisme ) yang berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif ( pemacu tumbuh, proteksi ) bagi  tanaman, yang ketiganya secara integral mampu menunjang produktifitas tanah untuk mengehasilkan biomassa dan produksi baik tanaman pangan, obat-obatan, industry perkebunan, maupun kehutanan ( Kemas A.H. 2007 ).

Profil tanah  merupakan suatu irisdan melintang pada tubuh tanah, dibuat dengan cara membuat lubang dengan ukuran panjang, dan lebar serta kedalam tertentu sesuai dengan keadaan tanah dan keperluan penelitian.  Tanah merupakan tubuh alam yang terbentuk dan berkembang akibat terkena gaya-gaya alam  ( natural forces ) Terhadap proses pembentukan mineral, serta pembentukan dan pelapukan bahan-bahan koloid ( Hakim,dkk. 1982 ).

Hasil pelapukan batuan-batuan yang bercampur dengan sisa batuan dari organism yang hidup diatasnya.  Selain itu, terdapat pula udara dan air di dalam tanah.  Air dalam tanah berasal dari air hujan yang ditahan oleh tanah sehingga tidak meresap ketempat lain, di samping pencampuran bahan organic didalam proses pembentukan tanah, terbentuk pula lapisan-lapisan  tanah, ( Hardjowigeno.1985 ).

Pengenalan profil tanah secara lengkap meliputi sifat fisik, kimia dan biologi tanah.  Pengenalan ini penting dalam hal mempelajari pembentukan dan klasifikasi tanah dengan pertumbuhan tanaman serta kemungkinan pengolahan tanah yang lebih tepat.  Adapun faktor-faktor pembentuk tanah, maka potensi untuk membentuk berbagai jenis tanah yang berbeda amat besar, ( Foth. 1999 ).

Profil tanah merupakan suatu irisan melintang pada tubuh tanah, dibuat dengan cara membuat lubang dengan ukuran panjang dan lebar serta kedalam tertentu sesuai  denagb keadaan tanah dan berkembang akibat terkena gaya-gaya alam ( natural force ), ( Hakim. 1982 ).

Dalam rangka penelitian tanah, kadang-kadang diperlukan deskripsi ( penguatan ) profil tanah.  Dari pengamatan sifat-sifat tanah di lapangan serta di sokong oleh analisis contoh tanah di laboratorium yang di ambil dari tiap horizon, di dalam profil,  maka dapat ditentukan jenis tanahnya.  Tiap jenis tanah dan tipe tanah memiliki ciri yang khas di pandang dari tiap horizon di dalam  profil atau dari sifat-sifat fisik dan kimianya.  Profil tanah ialah penampang tegak/vertikal tanah di mulai dari permukaan tanah sampai lapisan induk bawah tanah.  Solum tanah adalah penampang tanah di mulai dari horizon A hingga horizon B.  Terdapat horizon-horizon pada tanah-tanah yang memiliki perkembangan genetis menyugestikanbahwa beberapa proses tertentu, umumnya terdapat dalam perkembangan pembentukan profil tanah, ( Gobenhog.1994 ).

Pembentukan lapisan atau perkembangan horizon dapat membangun tubuh alam yang di sebut tanah.  Tiap tanah di cirikan oleh susunan horizon tertentu.  Secara umum dapat di sebutkan bahwa setiap profil tanah terdiri atas dua atau lebih horizon utama.  Tiap horizon dapat dibedakan berdasarkan warna, tekstur, struktur dan sifat morfologis lainnya, ( Pairunan.1985 ).

Faktor-faktor pembentukan tanah adalah tidak tergantung ( bebas ), namun perlu di lihat situasinya.  Oleh karena itu dari seluruh faktor pada bentang lahan yang efektif sehingga hanya satu faktor peubah yang tampak.  Hal ini menjadikan sekuen-sekuen tanah dapat dikatakn hanya di rajai oleh faktor tunggal sehingga dapat ditemui tanah-tanah climosekuen, biosekuen, toposekuen,litosekuen, dan kronosekuen, ( Jenny.1941 ).

 

lll. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A.      Hasil Pengamatan

Berdasarkan hasil dari pengamatan yang dilakukan di peroleh data dalam table sebagai berikut :

Table Pengamatan Profil Tanah

lapisan

Simbol lapisan

Kedalaman ( cm )

1

A

0-22

2

BT

22-32

3

BW

32-60

4

BC

60-120

B.         Pembahasan

Tanah adalah lapisan nisbi tipis pada permukaan kulit bumi.  Sedangkan profil tanah didefinisikan sebagai irisan vertikal tanah dari lapisan atas hingga ke bahan induk tanah.  Profil dari tanah mineral  yang  telah berkembang lanjut biasanya memiliki horizon-horizon sebagai berikut ; O-A-E-B-C-R.

  •  Horizon O

Horizon O merupakan horizon yang terdiri dari bahan serasah atau sisa-sisa tanaman ( Oi ) dan bahan organik tanah hasil dekomposisi serasah ( Oa ).

  • Horizon A

Horizon A adalah horizon mineral berbahan organik tanah ( BOT ) tinggi sehingga berwarna agak gelap.

  • Horizon E

Horizon E adalah bahan horizon mineral yang telah tereloviasi ( tercuci ) sehingga kadar BOT, liat siikat, Fe dan Al rendah tetapi kadar pasir dan debu kuarsa ( seskuoksida ) dan mineral resisten lainnya tinggi serta berwarna terang.

  •  Horizon B

Horizon B adalah horizon eluviasi yaitu horizon akumulasi bahan eluvial dari horizon di atasnya.

  • Horizon C

Horizon C adalah lapisan yang bahan penyusunnya masih sama dengan bahan induk atau belum terjadi perubahan secara kimiawi.

  •  Horizon R

Horizon R adalah bahan induk tanah.

Dan tiap horizon pun dapat dibedakan berdasarkan warna, tekstur, struktur dan sifat morfologis lainnya.  Sebelumnya kita harus mengetahui apa itu lapisan tanah.  Lapisan tanah adalah formasi yang dibentuk oleh berbagai lapisan dalam, yang secara spesifik dapat dibedakan secara geologi, kimiawi, dan biologi, termasuk proses pembentukannya. Horizon adalah lapisan tanah yang kurang lebih sejajar dengan permukaan bumi dan berbeda dengan lapisan yang berdekatan.  Biasanya setiap horizon dilambangkan dengan huruf-huruf dan setiap horizon mempunyai cirri-ciri dan kekhasannya yang membedakan dengan horizon lain.

Berdasarkan dari hasil atau data pengamatan, terlihat bahwa setiap tanah mempunyai horizon-horizon yang berbeda.  Pada lapisan 1 pada profil dalam mempunyai kedalaman 0-22 cm, dan warna cokelat kehitaman, warna gelap tersebut terjadi karena dipengaruhi oleh kandungan bahan organic yang tinggi yang terdekomposisi karena didalamnya bahan organic terjadi peristiwa immobilisasi, dimana ion Ee, al dan Mn berpengaruh besar dala perombakan bahan organic sehingga ion –ion tersebut mudah difiksasi oleh ion P.  penyebab lainnya adalah adanya perbedaan nyata dari sifat tetraktif ( aksi pembiasan cahaya ) kompojen padatan tanah dan udara.

Lapisan 2 atau lapisan yang dilihat berdasarkan struktur yaitu lapisan yang di beri symbol BT, dengan kedalaman 22-32 cm dan memiliki warna cokelat yang sedkit gelap.  Lapisan BT  atau lapisan utamanya B atau suatu horizon peralihan antara horizon B dan A1 atau antara horizon B dengan A2, yang watak horizon ini di rajai oleh watak atau sifat horizon B2 di bawahnya. Lapisan 3 dengan symbol BW yang merupaka horizon-horizon pelikan, terbentuk atauberdekatan dengan permukaan tanah sebagai tempat pelonggokan bahan organic terhumufiksasi, yang terkait erat dengan pelikan.

Lapisan 4 yaitu dengan symbol BC atau biasa di sebut sebagai lapisan transisi.  Dapat merupakan peralihan antara horizon B dan C, dimana watak penciri horizon B2 diatasnya terlihat jelas tetapi berasosiasi dengan ciri watak horizon B2.  Pada lapisan ke empat ini terletak diantara 60-120 cm, dan mempunyai warna yang lebih terang daripada ketiga lapisan di atasnya. Pada penentuan lapisan tanah atau horizon mengalami beberapa kendala, yaitu dari lahan yang lembab karena basah dengan air hujan sehingga kesulitan dalam menentukan atau melihat sruktur tanah.  Namun sebelumnya pun lahan untuk pengamatan profil tanah yang seharusnya berada pada kedalaman sekitar 180-200cm atau 2m, lahan tergenang air sehingga kedalaman hanya berada pada kisaran 120cm.

Dari lahan yang lembab, ini mempersulit pengamatan pada praktikum kali ini.  Walau ada beberapa kendala pengamatan profil tanah, praktikum atau pengamatan tetap berjalan.  Pisau digunakan untuk menyegarkan tanah agar mempermudah praktikan mengetahui warna ataupun struktur tanah.  Serta ketika menentukan warna tanah seharusnya menggunakan kertas munsell soil colour chart agar mempermudah kita menentukan warna tanah tersebut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan tanah yaitu, bahan induk organism, topografi, iklim, dan waktu.  Adanya beberapa tingkatan atau variasi faktor-faktor pembentuk tanah maka untuk menentukan berbagai jenis tanah yang berbeda adalah amat besar ( foth, H.D. 1999 ).

  • Bahan induk

Keadaan alamin bahan induk akan mempunyain pengaruh terputus pada sifat-sifat tanah muda, mereka dapat memakai satu pengaruh yang mendalam dalam perkembangan tanah termasuk tekstur, komposisi mineral dan tingkat stratifikasi. Pembentukan tanah dapat di mulai segera setelah penimbunan abu vulkanik tetapi harus menunggu penghancuran batu an keras secara fisik, dimana granit dibuka.  Penghancuran batuan dapat membatasi lajudan kedalaman perkembangan tanah, dimana laju penghancuran melebihi laju pemindahan bahan oleh erosi.

  • Iklim

Pengaruh iklim yang penting mempengaruhi pembentukan tanah adalah presipitasi dan temperature.  Iklim juga mempengaruhi pembantukan tanah secara tidak langsung yang menentukan vegetasi alami.  Tidaklah terlalu mengejutkan bahwa terdapat beberapa penyebaran iklim, vegetasi  dan tanah yang pararel di permukaan bumi.  Setiap kenaikan 10°c akan menaikkan laju reaksi kimia dua sampai tiga kali.  Meningkatnya pelapukan dan kandungan liat terjadi dengan meningkatnya rata-rata temperature tanah.  Rupanya hanya tanah-tanah yang sangat muda mempunyai tingkatan pengaruh iklim yang konstan selama genesa tanah.

  • Organisme

Tanaman mengabsobsi  unsure hara dari tanah dan mengangkut nutrient ke tajuk tanaman, bila tajuk mati dan jatuh kepermukaan tanah perombakan bahan organic akan melepaskan unsure hara untuk kesuburan dirinya sendiri. Profil tanah rumput mengandung lebih banyak bahan organic terdistribusi lebih uniform di dalam tanah daripada tanah hutan.  Tanah dengan vegetasi hutan kira-kira separuh dari kadungan bahan organic dan terdistribusi tidak merata dengan tingkat perkembangan profil tanah lebih sempurna.  Horizon-horizon pada solum lebih asam dan persentase jenuh basa yang rendah dan lebih banyak liat yang akan dipindahkan dari horizon A ke horizon B.

  • Topografi

Topografi mengubah perkembangan profil tanah dalam tiga cara, yaitu :

  1. Mempengaruhi jumlah presipitasi yang di absorpsi dan di tahan dalam tanah, sehingga mempengarui kelembaban
  2. Mempengaruhi kecepatan perpindahan tanah oleh erosi
  3. Mengarahkan gerakan bahan-bahan dalam suspense atau larutan dari daerah yang satu ke daerah yang lain.
  • Waktu

Tanah sebagai hasil evolusi berubah secara tetap seperti perubahan bentuk bui.  Mereka mempunyai siklus hidup dengan keadaan yang sama dimana bentuk muka bumi lambat laun menembus suatu siklus.  Siklus hidup tanah teristimewa termasuk bahan induk, tanah muda, tanah matang dan tanah tua.  Pada tanah-tanah muda, kandungan bahan organic meningkat dengan cepat sebab laju pertambahan melebihi laju dekomposisi.

Kematangan dicirikan oleh kandungan bahan organic yang konstan sebagai penambah di imbangi oleh yang hilanh.  Unsure yang tua dicirikan oleh kandungan bahan organic yang rendah dan menurun yang menunjukkan  bahwa laju pertambahan susut dari tanah menjadi lebih mudah dilapukkan.

 

lV.  KESIMPULAN

Dari hasil pengamatan dan pembahasn yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Warna pada lapisan 1 cokelat kehitaman, lapisan 2 cokelat agak gelap, lapisan 3 cokelat, lapisan 4 cokelat yang lebih terang dari ketiga lapisan diatasnya dan memiliki struktur yang remah dan granular.
  2. Lapisan tanah yang terdapat pada lahan praktikum adalah lapisan A, BT,BW, dan BC
  3. Profil tanah yaitu suatu irisan melintang pada tubuh tanah yang memperlihatkan lapisan-lapisan tanah.
  4. Kedalam efektif untuk profil tanah dapat ditentukan dengan melihat batasan perakaran tumbuh.

  

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Hanafiah, Kemas. 2007. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Jakarta:Raja Grafindo Persada.

Buckman, O, Hanry, Brady, C, Nyle. 1982. Ilmu Tanah. Jakarta: Barat Karya Aksara.

Foth,HD dan L.N.Turk . 1999. Fundamental of soils science. New York:fifth Ed. John. Waley & soil.

Gobahong, prof. Dr. 1994 Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Lampung: Universitas Lampung.

Hakim, N. M.Y, dkk.1982. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Lampung: Universitas Lampung.

Harjowigeno, S. 1985. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademik Persindo

Kartasapoetra, A. G, Ir. Dkk. 1985. Teknologi Konservasi Tanah Dan Air. Jakarta: Rineka Cipta

Pairunan. A. K. dkk. 1985. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Ujung Pandang: BKPT INTIM

Purwowidodo. 1991. Ganesa Tanah. Jakrta: Rajawali.

Tim Penyusun. 2010. Penuntun Praktikum Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Lampung: Universitas Lampung.

Comments
  1. […] mingguan praktikum dasar-dasar ilmu tanah “pengenalan profil tanah” oleh : nama Download Contoh Laporan Praktikum DDIT-1 | Catatan Kecil Seorang … | […]

Kasih Comentnya Dong ...!!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s