Penyakit Tanaman Tomat

Posted: October 31, 2012 in TULISAN
Tags: ,

Identifikasi patogen merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kegiatan pengamatan penyakit tumbuhan, karena merupakan kunci yang menentukan keberhasilan pengendalian. Kesalahan dalam mengidentifikasi OPT dapat mengakibatkan kekeliruan dalam pengambilan keputusan berkenaan dengan pengendaliannya.

Kegiatan identifikasi di lapangan dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung dilakukan secara langsung di lapangan dengan mengamati gejala serangan dan menilai tingkat kerusakan serta informasi bioekologi patogen tersebut. Sedangkan cara tidak langsung dilakukan bila identifikasi tidak dapat langsung dilakukan di lapangan, maka dilakukan pengambilan contoh/sampel spesimen patogen dan tanaman terserang. Selanjutnya dibawa ke laboratorium untuk diidentifikasi.

Perlu diperhatikan bahwa suatu patogen yang muncul di suatu tempat mungkin tidak muncul di tempat lain. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah unit dan ukuran sampel, interval, cara pengambilan sampel, tanaman inang, lokasi, dan waktu. Perlu diupayakan agar identifikasi patogen tersebut sampai pada spesies dan tidak cukup hanya berdasarkan morfologi, tetapi juga berdasarkan konsep biologi. (*)

Penyakit-Penyakit Tomat

1. Busuk Daun [Phytophthora infestan (Mont.) d By]


Gejala :

Pada Daun

* Becak daun hitam kecoklatan atau keunguan mulai timbul pada anak daun, tangkai atau batang, dan bila keadaan membantu akan tumbuh dengan cepat, sehingga dapat menyebabkan kematian.

* ­Pada becak yang meluas, bagian yang paling luar berwarna kuning pucat yang beralih ke bagian yang berwarna hijau biasa.

* ­Pada sisi bawah daun fruktifikasi jamur yang berwarna putih seperti beludu tampak pada daerah peralihan antara pucat dan ungu.

* ­Perkembangan bercak akan berkembang bila kelembaban nisbi rendah. Becak akan berkembangan kembali bila kelembaban meningkat.

Pada Buah

* ­ Becak yang berwarna hijau kelabu kebasah-basahan meluas menjadi becak yang bentuk dan besarnya tidak tertentu.

* ­Pada buah hijau becak berwarna coklat tua, agak keras dan berkerut.

* ­Becak mempunyai batas yang cukup tegas, dan batas ini tetap berwarna hijau pada waktu bagian buah yang tidak sakit matang ke warna yang biasa.

* ­Kadang-kadang becak mempunyai cincin-cincin.

* Dalam pengangkutan, penyakit dapat menyebabkan busuk lunak dan beair, yang mungkin disebabkan oleh jasad sekunder.

Penyebab Penyakit : Phytophthota infestans (Mont.) d By.

* Miselium sekunder membentuk sporangiofor pada permukaan becak.

* ­Sporangiofor secara berturut-turut membentuk sporangium pada ujungnya yang tumbuh.

* ­Sporangium yang disebarkan oleh angin biasanya tumbuh dengan membentuk spora kembara (zoospora), kacang-kadang tumbuh langsung dengan membentuk pembuluh kecambah.

* ­Oospora sangat jarang dibentuk, bahkan di Indonesia belum pernah ditemukan, sehingga mungkin tidak memegang peranan dalam daur penyakit.

Daur Hidup

* Sporangium jamur terutama disebarkan oleh angin.

* Jika jatuh pada setetes air pada tanaman yang rentan, sporangium akan mengeluarkan spora kembara (zoospora) yang dapat berenang, yang seterusnya membentuk pembuluh kecambah yang mengadakan infeksi.

* ­Sampai sekarang belum diketahui dengan cara bagaimana Ph. Infestans pada tomat mempertahanakan diri dari musim ke musim.

* Jamur juga dapat bertahan pada tanaman kentang dan terung yang biasanya terdapat di daerah penanam sayuran pegunungan.

Faktor2 Yang Mempengaruhi

* Suhu dan Kelembaban udara

Pengendalian :

1. Pemilihan waktu tanam

2. Pemakaian fungisid

2. Bercak Coklat (Alternaria solani Sor.)


Gejala

Pada Daun

* Mula-mula pada daun timbul becak-becak kecil, bulat atau bersudut, coklat tua sampai hitam, sebesar kepala jarum sampai lebih kurang 4 mm.

* Jaringan nekrotk sering tampak seperti kulit, mempunyai lingkaran-lingkaran sepusat.

* Di sekitar becak nekrotik biasanya terdapat jalur klorotik (halo) sempit.

* Jika pada daun terdapat banyak becak, daun akan cepat menjadi tua, layu atau

gugur sebelum waktunya.

Pada Batang

* Terjadinya becak gelap yang mempunyai lingkaran-lingkaran sepusat.

* Jika infeksi terjadi dekat percabangan, cabang akan mudha patah jika

buah-buah membesar.

Pada Semai / bibit

* Menyebabkan busuk pangkal batang.

* Infeksi terjadi setinggi permukaan tanah, meluas ke bagian bawah dan atas,

dan membentuk kanker yang melingkari pangkal batang.

Pada Buah

* Buah dapat terinfeksi pada waktu masih hijau ataupun sudah masak.

* Pada buah terjadi becak coklat gelap atau hitam, biasanya tampak

mengendap (berlekuk), yang dapat meluas ke seluruh permukaan buah.

* Jaringan sakit tampak seperti kulit dan sapat membentuk massa hitam seperti

beludru yang terdiri dari spora jamur pada permukaannya.

* Biasanya infeksi terjadi didekat tangkai, melalui luka karena pertumbuhan atau

luka-luka lain.

Penyebab Penyakit : Alternaria solani Sor.

* Miselium berwarna gelap.

* Konidiofor keluar dari jaringan tanaman yang sakit, berwarna gelap dan

relatif pendek.

*Konidium berparuh, berbentuk buah murbey, gelap, sendiri atau membentuk

rantai dua-dua. Rata-rata ukurannya 200 x 17 µm.

Daur Hidup

* Dari musim ke musim bertahan pada tanaman yang sakit, pada sisa-sisa

tanaman sakit atau pada biji.

* Konidium mudah terlepas dan disebarkan oleh angin dan juga kumbang-kumbang.

Faktor Yang Mempengaruhi

* ­Konidium berkecambah pada suhu 6-34oC. Suhu optimumnya 28-30oC.

Dalam air pada suhu ini sudah berkecambah dalam 35-45 menit.

* ­Faktor tanah maupun cuaca yang dapat melemahkan tanaman.

* ­Tanaman yang berbuah banyak cenderung lebih rentan.

Pengendalian :

1. Pemberian pupuk yang seimbang agar tanaman lebih tahan.

2. Desinfeksi biji.

3. Fungisida karbamat.

3. Layu Fusarium (Fusarium oxysporium f.sp. lycopersici)

Gejala

* Gejala pertama adalah menjadi pucatnya tulang-tulang daun, terutama

daun-daun sebelah atas, kemudian diikuti dengan merunduknya tangkai,

dan akhirnya tanaman menjadi layu secara keseluruhan.

* Kadang-kadang kelayuan didahului dengan menguningnya daun, terutama

Daun-daun sebelah bawah.

* Tanaman menjadi kerdil dan merana tumbuhnya.

* Jika tanaman sakit dipotong dekat pangkal batang atau dikelupas dengan kuku

atau pisau akan terlihat cincin coklat dari berkas pembuluh.

* Pada tanaman yang masih muda, penyakit dapat menyebabkan tanaman

mati mendadak.

Penyebab Penyakit : Fusarium oxysporium (Schlecht) f.sp. lycopersici (Sacc.)Snyd et Hand]

* Miselium bersekat dan dapat tumbuh dengan baik pada bermacam-macam

medium agar yang mengandung ekstrak sayuran.

* Mula-mula miselium tidak berwarna, semakin tua warna menjadi krem,

akhirnya koloni tampak mempunyai benang-benang berwarna oker.

* Pada miselium yang lebih tua terbentuk klamidospora.

* Jamur membentuk makrokonidium bersel, tidak berwarna, lonjong atau

bulat telur, 6-15 x 2,5-4 µm.

* Makrokonidium lebih jarang terdapat, berbentuk kumparan,

tidak berwarna, kebanyakan bersekat dua atau tiga, berukuran 25-33 x 3,5-5,5 µm.

* Fox f.sp lycopersici mempunyai banyak ras fisiologi (ex. Ras 1 dan ras 0)

dan 2 galur (galur putih dan ungu).

Daur Hidup

­ Dapat bertahan dalam tanah.

* Jamur mengadakan infeksi pada akar, terutama melalui luka-luka, lalu menetap

dan berkembang di berkas pembuluh.

* Pengankutan air dan hara terganggu menyebabkan tanaman menjadi layu.

* Jamur menghasilkan likomarasmin ® menghambat permeabilitas membram plasma.

* Sesudah jaringan pembuluh mati, pada waktu udara lembab jamur akan

membentuk spora yang berwarna ungu pada akar yang terinfeksi.

* Jamur dapat memakai bermacam luka untuk jalan infeksi.

* Jamur dapat tersebar karena pengangkutan bibit, tanah yang terbawa angin

atau air, atau oleh alat pertanian.

Faktor yang mempengaruhi :

* Penyakit berkembang pada suhu tanah 21-33 oC. Suhu optimum 28 oC.

* Kelembaban tanah yang membentu tanaman, ternyata juga

membantu perkembangan penyakit.

* Penyakit akan lebih berat bila tanah mengandung banyak nitrogen tetapi

miskin kalium.

Pengendalian :

1. Penanaman jenis tomat yang tahan (ex. Ohio MR 9 dan Walter).

2. Fungisida tidak memberikan hasil yang memuaskan, tetapi pencelupan akar

dengan benomyl memberikan hasil yang baik.

3. Penggunaan mulsa

4. Layu Bakteri [Pseudomonas solanacearum


Gejala

* Gejala permulaan adalah layunya beberapa daun muda atau menguningnya daun-daun tua (daun-daun sebelah bawah).

* ­Batang tanaman cenderung membentuk lebih banyak akar adventif sampai setinggi bunga.

* ­Jika batang, cabang atau tangkai daun tanaman sakit dibelah, tampak berkas pembuluh berwarna kecoklatan.

* ­Pada stadium penyakit lanjut, bila batang dipoting, dari berkas pembuluh akan keluar massa bakteri seperti lendir berwarna putih susu Þ dapat dibedakan dgn layu

Penyebab Penyakit : Pseudomonas solanacearum (E.F.Sm.)E.F.Sm

* Bakteri berbentuk batang, 0,5 x 1,5 µm, tidak berspora, tidak berkapsula, bergerak dengan satu bulu cambuk, polar, aerob, gram negatif.

* ­Koloni di atas medium agar keruh, berwarna kecoklatan, kecil, tida teratur, halus, mengkilat, kebasah-basahan.

Daur Hidup

* Bakteri mengadakan infeksi melalui luka, termasuk luka karena nematoda.

* Bakteri dan namatoda berinteraksi sinergistik

* Bakteri dapat bertahan pada banyak tanaman pertanian

(ex. Tembakau, cabai, kentang, dan kacang-kacangan).

* Pupuk kandang yang baru (belum masak) dapat membawa bakteri ke ladang

Faktor yang mempengaruhi :

* ­Penyakit dibantu oleh suhu yang relatif tinggi, sehingga penyakit didataran rendah lebih berat.

Pengendalian :

1. Pergiliran tanaman.

2. Penyambungan : Pada batang bawah yang tahan.

3. Antibiotik streptomycin.

4. Menanam jenis tomat yang tahan.

  1. Penyakit Mosaik Tembakau (Marmor tabaci Holmes.)

Gejala

* Pada daun terjadi becak-becak hijau muda atau kuning yang tidak teratur.

* Bagian yang berwarna muda tidak dapat berkembang secepat hijau yang

biasa, sehingga daun menjadi berkerut atau terpuntir.

* Jika semai terinfeksi segera setelah muncul, semai dapat mati.

* Jika tanaman terinfeksi setelah dewasa, pengaruhnya dapat lemah sekali.

* Infeksi mosaik pada mungkin tidak menimbulkan gejala.

Namun jika tanaman terinfeksi sejak awal, buah hanya kecil, bentuknya

menyimpang dan pada dinding buah mungkin terdapat becak-becak nekrotik.

* Jika mosaik tembakau dan mosaik ketimun mengadakan infeksi bersama-sama,

pada batang dan buah akan terjadi garis-garis hitam yang teridir dari jaringan mati.

Penyebab Penyakit : virus Mamor tabaci Holmes, yang disebut juga Nicotiana virus 1

(Mayer) Smith.

Sampai sekarang dikenal dengan nama virus mosaik tembakau (tobacco )

* Titik inaktivasi pemanasan 94oC, titik pengenceran terakhir 1 : 1.000.000. Dalam daun tembakau virus bertahan sampai puluhan tahun

Daur Hidup

* Virus menular dari tanaman ke tanaman secara mekanik, oleh tangan pekerja,

ternak, atau alat-alat pertanian.

* Virus tidak ditularkan oleh serangga.

* Virus dapat bertahan pada sisa-sisa tanaman sakit dalam tanah sampai 4 bulan.

* Virus dapat bertahan dari tahun ke tahun pada gulma famili Solanaceae.

Pengendalian :

1. Tidak merokok selama bekerja di pertanaman tomat, terutama pada

waktu pembibitan dan memindahkan tanaman.

2. Penyiangan

3. Pada waktu memanjatkan dan memangkas tanaman dilakukan dengan

tidak terlalu banyak dipegang dan tidak dipegang dengan keras.

6.
Penyakit Mosaik Ketimun (Marmor cucumeris var. vulgare Holmes.)


Gejala

* Daun cenderung menjadi sempit, bahkan kadang-kadang menjadi

seperti tali (shoestring, tali sepatu).

* Daun juga mengeriting dan berwarna hijau muda.

* Buah lebih kecil dari biasanya. Sering pembentukan buah pada bagian puncak

batang terhambat.

Penyebab Penyakit : Marmor cucumeris var. vulgare Holmes atau Cucumis virus 1.

*Sampai sekarang dikenal dengan nama virus mosaik ketimun (cucumber mosaic virus, cucumovirus = CMV).

Daur Hidup

* Virus dapat menular secara mekanis, beberapa kutu daun (ex. Myzus persicae,

Aphis gossypii, A. fabae dan A. maidis)

* Mempunyai banyak tanaman inang dari banyak famili

[ex. Ketimun (Cucirbitaceae), sawian (Cruciferae), terungan (Solanaceae)

dan kacangan (Papilionaceae)].

Pengendalian :

1. Persemaian harus bebas dari gulma dan kutu daun.

2. Pencabutan tanaman sakit.

3. mencuci tangan dengan sabun setelah memegang tomat atau gulma yang

mungkin mengandung virus.

4. Tidak menanam tanman yang dapat menjadi sumber virus

(ex. Famili yang sama) didekat pertanaman tomat.

5. Pengendalian gulma di pertanaman t

Kasih Comentnya Dong ...!!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s