Pengenalan Softwere Map Info

Posted: October 18, 2012 in Uncategorized

              MapInfo adalah salah satu perangkat lunak (software) yang digunakan sebagai sarana untuk menampilkan atau pengimplementasian sistem informasi geografik. Kelebihan perangkat lunak Mapinfo tersebut adalah karena fasilitas yang diberikan cukup mudah untuk dioperasikan dan cukup lengkap untuk keperluan pengembangan sistem informasi geografik.

Kemudahan lain, perangkat ini tidak memerlukan dukungan hardware yang terlalu rumit. Sehingga hampir semua personal computer (PC) dapat digunakan untuk mengoperasikan software tersebut. Selain itu dengan sudah tersedianya menu-menu pada windows, maka pengguna tidak perlu menghafalkan perintah-perintah panjang. Melainkan dapat langsung memberi perintah melalui menu utama maupun icon yang sudah tersedia.

Seperti halnya perangkat lunak lain yang dioperasikan dibawah windows yang memiliki kemampuan multi tasking, maka MapInfo juga dapat digunakan secara bersama-sama dengan fasilitas lain didalam MapInfo sendiri. Konsep ini dinamakan sebagai desktop mapping, sehingga memungkinkan untuk menyajikan data spasial, data atribut dan grafik secara bersamaan dan saling berhubungan antara satu dengan yang lain.

Kemampuan lain dari destop mapping ini adalah kemampuan untuk mengorganisir, memanipulasi dan menganalisis data. Informasi yang disajikan oleh MapInfo ini pada pronsipnya adalah hasil penggabungan data grafik dan non-grafik.

Keistimewaan lainnya dari MapInfo ini adalah :

  • Membuat basisdata dari struktur MapInfo, membuka file yang dibuat dengan dBase, Delimated ASCII, Lotus, MS Exell, mengimport file grafik dengan berbagai format DXF dan MIF versi sebelumnya.
  • Kemampuan untuk menampilkan data dengan spesifikasi tertentu sesuai dengan kebutuhan pengguna. Kemampuan ini ditunjang oleh bahasa query SQL (Structure Query Language). Dengan fasilitas ini dapat dibuat query yang rumit dari beberapa basis data sekaligus.
  • Kemampuan mengubah peta untuk ditampilkan atau didijitasi
  • Adanya kelengkapan pallete untuk menggambar atau mengedit dan berbagai fungsi lainnya untuk penggambaran peta.

FORMAT TAMPILAN MAPINFO

             Konsep Desktop Mapping yang dimilik oleh MapInfo memungkinkan untuk menampilkan data dalam 3 format, yaitu :

  • Mappers, yaitu penyajian informasi data grafis dalam bentuk konvensional hasil dijitasi, sehingga memungkinkan untuk memvisualisasikan pola geografik dari data.
  • Browser, yaitu penyajian informasi dalam bentuk daftar-daftar tabular (seperti pada basisdata konvensional) atau tabel-tabel . Memungkinkan untuk melakukan pemeriksaan data secara manual maupun otomatis secara penuh.
  • Graphers, yaitu penyajian informasi dalam bentuk grafik atau histogram sesuai dengan data pada browser. Penyajian grafik tersebut bias secara terpisah maupun bersama-sama dengan tampilan mappers. Memungkinkan untuk menampilkan grafik atau histogram pada peta maupun statistiknya.

STRUKTUR DATA MAPINFO

Pembentuklan data grafis dan atribut pada MapInfo dilakukan secara bersamaan. Sehingga pada akhirnya keduanya merupakan satu kesatuan yang utuh. Perubahan pada yang satu berarti terjadi perubahan pada yang lain. Demikian juga apabila menghilangkan salah satunya (obyek grafis atau atributnya) berarti akan menghiangkan semuanya. Sedangkan model basisdata yang dibangun dengan MapInfo adalah model data relasional.

Hubungan antar data pada MapInfo bersifat acak sehingga disebut sebagai model data spaghetti. Pada model spaghetti semua obyek geografis yang berupa titik, garis maupun polygon direkam kedalam satu atau lebih rangkaian titik-titik koordinat. Dta tersebut disimpan dalam file-file data spasial dalam computer. Perekaman datanya tidak memperhitungkan unsure-unsur atau obyek-obyek lain sekitarnya. Karena dalam system informasi ini tidak diperlukan overlayingantara obyek maka model data spaghetti ini masih cukup efektif untuk digunakan. Hubungan spasial antar unsure tidak dibutuhkan untuk penyajian informasi.

Pada pengoperasiannya, MapInfo for Windows ini mengorganisasikan data grafik dan data non-grafik dalam file-file tertentu. File-file tersebut dibedakan oleh ekstensen yang menyertainya. Masing-masing ekstensen menandakan jenis filenya. Jenis-jenis file yang ada pada MapInfo tersebut adalah :

  • File Map, yaitu file yang berisi data grafis maupun bentuk-bentuk dasar lain seperti titik, garis dan luasan yang mewakili obyek-obyek grafis yang ada.
  • File Tab, yaitu file yang berisi struktur basisdatanya
  • File Dat, yaitu file yang berisi data atribut berupa numerik, alfabetik dan alfa numerik.
  • File ID, yaitu file yang berisi identifier (ID) atau kode tertentu yang bersifat unik. Identifier ini dapat dibangun secara otomatis oleh MapInfo maupun dibangun sendiri.
  • File-file lain yang bersifat sebagai penunjang, antara lain : Wor, Ind, MIF, Mid.

FUNGSI-FUNGSI MAPINFO

Dalam menangani data grafik dan non-grafik, MapInfo menggunakan fungsi-fungsi yang diaplikasikan kepada data peta maupun atribut. Fungsi-fungsi tersebut dapat dikelompokkan menjadi :

A. Fungsi Peta

Dimana pada fungsi ini dapat dilakukan pembuatan, pemanggilan, pengeditan

dan penampilan peta. Fungsi-fungsi dapat dilakukan pada bagian mapping

system pada MapInfo

B. Fungsi Data

Dimana pada bagian ini dapat dilakukan pembuatan, pemanggilan,

pengeditan, pengurutan dan penghitungan data. Kebanyakan dari  fungsi –                         fungsi ini dapat dilakukan pada Mbase, yaitu manajemen basisdata pada            MapInfo atau system manajemen basisdata yang lainnya dengan MapInfo.

C. Fungsi Kombinasi

Bagian ini adalah mengaitkan file data tekstual kepada peta dan menampilkan         kedua data tersebut pada peta.

Semua fungsi-fungsi kombinasi dibangun dengan MapInfo. Kita dapat mengaitkan data tabular pada peta, pada MapInfo fungsi ini disebut kodifikasi. Kita juga dapat menanalisa distribusi geografik dari data, hal ini biasa disebut dengan pemetaan tematik.

Sebagian besar fungsi untuk pembangunan data dapat dilakukan dengan MapInfo, namun jika diperlukan dapat juga membangun data dengan menggunakan perangkat lainnya seperti AutoCad yang dapat menghasilkan file sesuai dengan MapInfo (.DXF). Kita dapat mengimport file-file tersebut dengan mudah. Selain itu fungsi ini juga dapat digunakan untuk mentransfer data-data yang sudah dalam format digital dengan ketentuan format seperti diatas.

Beberapa fungsi data lebih baik dilakukan dalam Mbase, yaitu manajemen basis data pada MapInfo. Selain itu dapat juga dilakukan dengan manajemen basisdata lainnya, dimana sebaiknya yang dapat menghasilkan file dan format Dbase.

Setelah masing-masing data (grafis dan atribut) telah siap, maka kedua data tersebut dapat dihubungkan (geocoding). Setelah kedua data tersebut terkait, maka MapInfo dapat melakukan penampilan, penyaringan dan pembuatan peta tematik.

Sumber :

Pelatihan GeoSurvey, AutoCad dan MapInfo (GIS)

Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan, Kota Padang Tahun 2003 – FT Unand

 

Kasih Comentnya Dong ...!!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s