Aplikasi Kompos Pada Beberapa Jenis Tanaman

Posted: October 18, 2012 in TULISAN

1. PENDAHULUAN

    Beberapa tahun belakang ini, bahan pangan, terutama sayuran yang dibudidayakan secara organik mulai digandrungi masyarakat. Mereka mulai menyadari kalau bahan makanan yang dibudidayakan secara organik itu lebih sehat dan lebih aman. Dikatakan lebih aman karena pada bahan makanan tersebut tidak tertinggal pestisida yang mengandung bahan kimia berbahaya.

    Bertani secara organik berarti semua pupuk dan pestisida yang digunakan tersebut terbuat dari bahan-bahan organik, seperti kompos dan pestisida nabati. Kompos menjadi pupuk utama sehingga untuk mengembangkan pertanian dibutuhkan dalam jumlah yang banyak.

Kandungan hara kompos terbilang lengkap karena mengandung unsur hara makro sekali gus hara mikro. Namun, jumlahnya relatif kecil, sehingga untuk bisa memenuhi kebutuhan tanaman diperlukan kompos dalam jumlah yang banyak. Keadaan ini cukup merepotkan karena kita harus mengangkut dan menebarkan kompos ke lahan dalam jumlah yang sangat banyak. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kandungan hara ke dalam kompos dilakukan dengan jalan penambahan tepung tulang, tepung darah, tepung kerabang atau abu hasil pembakaran sekam padi. Dengan cara ini kualitas kompos menjadi lebih baik karena jumlah unsur hara di dalamnya, terutama hara makro (kalsium, fosfor, dan Kalium) meningkat. Agar kompos yang kita produksi memiliki kualitas bagus tidak ada salahnya kita melakukan inovasi dengan menambahkan tepung tadi.

Kompos sangat menguntungkan karena dapat memperbaiki produktivitas dan kesuburan tanah serta keberadaannya dapat mengatasi kelangkaan pupuk dan harga pupuk organik yang mahal.

2. MANFAAT APLIKASI (PENGGUNAAN) KOMPOS

1). Dapat Mengurangi Pencemaran Lingkungan

     Pencemaran lingkungan berhubungan dengan sampah di sekitar kita yang dapat berkembangnya mikroorganisme patogen yang berbahaya bagi kesehatan manusia,menimbulkan banjir karena tersumbatnya selokan atau sungai dan dapat mencemari air tanah dan air sungai.

2). Dapat Memperbaiki Produktivitas Tanah. Pemanfatan kompos sangat dianjurkan karena dapat memperbaiki produktivitas tanah, baik secara fisik, kimia maupun biologi tanah. Peningkatan kesuburan tanah secara fisik melalui perbaikan struktur tanah menjadi gembur, memperbaiki aerasi dan drainase, meningkatkan pengikatan antar partikel dan kapasitas mengikat air sehingga dapat mencegah erosi dan longsor, mengurangi tercucinya nitrogen terlarut serta memperbaiki daya olah tanah.

Secara kimia kompos dapat meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK), ketersediaan unsur hara dan ketersediaan asam humat. Asam humat akan membantu meningkatkan proses pelapukan bahan mineral. Secara biologi, kompos yang merupakan bahan organik merupakan sumber makanan bagi mikroorganisme tanah. Dengan adanya kompos, fungi, bakteri, serta mikroorganisme menguntungkan lainnya akan berkembang dengan cpat. Banyaknya mikroorganisme tanah yang menguntungkan akan meningkatkan kesuburan tanah.

3). Dapat Meningkatkan Kesuburan Tanah :Komponen kompos yang paling berpengaruh terhadap sifat kimia tanah adalah kendungan humusnya. Humus yang menjadi asam humat atau jenis asam lainnya dapat melarutkan zat besi (fe) dan aluminium (al). Kedua unusr ini sering mengikat senyawa fosfat (PO4) yang merupakan sumber fosfor (P) bagi tanaman. Apabila fosfat ini diikat oleh besi atau aluminium, akibatnya tidak dapat diserap tanaman. Namun, adanya asam humat yang dapat melarutkan besi dan aluminium, senyawa fosfat akan lepas dan menjadi senyawa fosfat tersedia yang dapat diserap tanaman.

4). Dapat mengatasi Kelangkaan dan Harga Pupuk yang Mahal

Selain itu Ditambah lagi keadaan perekonomian Indonesia yang sedang labil sehingga pemerintah terpaksa mengurangi subsidinya untuk pupuk anorganik. Semua keadaan ini menyebabkan harga pupuk anorgnik semakin mahal. Andai saja sistem pertanian kita beralih kepertanian organik, tentu permasalahan di atas tidak akan muncul. Sistem pertanian organik mensyaratkan pupuk dan obat-obatan yang digunakan berasal dari bahan –bahan alami atau bahan bahan organik. Jenis pupuk yang boleh digunakan diantaranya kompos, pupuk kandang, pupuk hijauan, dan pupuk organik cair. Untuk mencegah dan memberantas hama penyakit digunakan pertisida nabati yang bahan bakunya merupakan potensi lokal dan tepat guna (seperti ekstrak tembakau atau ekstrak bawang putih.

3. APLIKASI BERBAGAI KOMPOS (PUPUK ORGANIK)

Aplikasi kompos untuk satu jenis tanaman cukup diaplikasikan satu kali saja sebelum tanam, terutama untuk tanaman sayuran. Ada berbagai cara mengaplikasikan kompos :

a). Pupuk kandang à dapat dalam bentuk padat dan cair

Kotoran hewan yg baru keluar kandang jangan lansung digunakan krn belum fermentasi sehingga bisa mematikan tan. Dosis yang diaplikasikan tidak dapat dipastikan untuk setiap jenis tan, karena ditentukan juga dengan kondisi lahan. Namun secara umum lahan di Indonesia butuh sekitar 10 – 20 ton/ha dengan ditentukan juga oleh kebutuhan jenis tanaman yang berbeda.

b). Pupuk hijau à adalah tanaman atau bagian tanaman yang masih muda terutama yang termasuk famili Leguminosa yang dibenamkan kedalam tanah dengan maksud dapat meningkatkan tersedianya bahan-bahan organik dan unsur-unsur hara bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang diusahakan. Jenis tanaman Leguminosa antara lain Crotaralia.Sp, Tophrosia,SP, Sesbania,Sp .

4. APLIKASI PUPUK ORGANIK DIGABUNG ANORGANIK

    Aplikasi pupuk organik yg digabungkan dengan pupuk anorganik dapat meningkatkan produkivitas tanah dan effisiensi penggunaan pupuk pada lahan sawah maupun lahan kering, sehingga memberikan efek yang positif. Namun karena ketersediaan pupuk organik yang sangat terbatas, maka perlu adanya pemberdayaan pengusahaannya.

Bahan baku pupuk organik sangat mudah diperoleh karena memanfaatkan sampah organik. Bahan bakunya bisa berupa dedaunan, jerami, serasah sisa panen, kotoran ternak, dan sisa sayuran. Proses pembuatan pupuk organik juga sangat sederhana. Karena bahan bakunya diperoleh secara gratis (kecuali menggunakan aktivator harus membelinya, tetapi harganya relatif murah) maka harga pupuk organik terhitung murah. Selain itu, bahan bakunya bisa ditemukan di sekitar kita sehingga produksinya bisa berjalan terus. Dengan demikian, kelangkaan pupuk bisa teratasi dan tentu harganya lebih murah, sehingga dapat terlihat kompos (pupuk organik) lebih unggul dibandingkan pupuk anorganik.

    Disamping itu, adanya aktivitas mikroorganisme dan terbentuknya asam organik pada proses dekomposisi pupuk organik menyebabkan daya larut N, P, K, dan Ca menjadi lebih tinggi sehingga berada dalam bentuk tersedia bagi pertumbuhan tanaman. Selain itu, jika dibandingkan dengan pupuk anorganik, kandungan unsur hara kompos lebih lengkap karena mengandung unsur hara makro, sekaligus unsur hara mikro. Unsur hara mikro sangat diperlukan dalam pertumbuhan tanaman. Berbeda dengan pupuk anorganik yang hanya mengandung beberapa unsur hara saja.

5. KOMPOS (PUPUK ORGANIK) LEBIH UNGGUL

Berikut ini beberapa keunggulan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk anorganik.

Pupuk Organik

a.Mengandung unsur hara makro dan mikro lengkap, tetapi jumlahnya sedikit.

b.Dapat memperbaiki struktur tanah sehingga tanah menjadi gembur.

c.Memiliki daya simpan air (water holding capasity) yang tinggi.

d.Beberapa tanaman yang dipupuk dengan pupuk organik lebih tahan terhadap serangan penyakit.

e.Meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang menguntungkan.

f.Memiliki residual effect yang positif. Artinya pengaruh positif dari pupuk organik terhadap tanaman yang ditanam pada musim berikutnya masih ada sehingga pertumbuhan dan produktivitasnya masih bagus.

Pupuk Anorganik

a.Hanya mengandung satu atau beberapa unsur hara, tetapi dalam jumlah banyak.

b.Tidak dapat memperbaiki struktur tanah, justru penggunaannya dalam jangka waktu panjang menyebabkan tanah menjadi keras.

c.Sering membuat tanaman rentan terhadap penyakit.

d.Pupuk anorganik mudah menguap dan tercuci. Karena itu, pengaplikasian yang tidak tepat akan sia-sia karena unsur hara yang ada hilang akibat  menguap atau tercuci oleh air.

6. APLIKASI BEBERAPA KOMPOS PADA BERBAGAI JENIS TANAMAN

a.Pupuk Hijau: adalah pupuk yang berasal dari hijauan tanaman yang dimasukkan ke dalam tanah.

Caranya adalah dengan memotong bagian tanaman kemudian diinkubasikan ke dalam tanah selama ± 2 minggu sebelum tanam.Contoh pemakaiannya: setelah tanah diolah, lalu tebarkan pupuk hijau di atas tanah, kemudian ditutup dengan tanah, biarkan selama 15 hari, lalu ditanam bibit tanaman (jagung, cabe, atau sayuran lainnya).

b.Pupuk kandang: adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan, seperti: kotoran sapi, kotoran ayam, kotoran bebek, kotoran babi, dll. Pemakaian pupuk kandang sebaiknya digunakan yang sudah masak. Cara penggunaannya adalah dengan jalan memasukkan ke dalam tanah selama ± 2 minggu sebelum tanam.

Contoh pemakaiannya:

Pada lubang tanam: masukkan pupuk kandang ke dalam lubang tanam, biarkan selama 15 hari, kemudian ditanam (pisang, rambutan, mangga, dll) 2.Pada larikan: dengan jalan menebarkan pupuk kandang pada larikan, kemudian ditutup dengan tanah, biarkan selama 15 hari, lalu ditanami bibit tanaman, misalnya: kentang, cabe, kol, selada, dan lain-lain.

Pada pembibitan atau persemaian: dengan jalan mencampurkan tanah dengan pupuk kandang dan sedikit pasir (persemaian di dalam seed bed atau di dalam polibag).

c.Pupuk Cair: adalah pupuk yang berasal dari urin hewan

d.Pupuk hayati: adalah pupuk yang didalamnya mengandung mikrorganisme yang menguntungkan, misalnya Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dan kascing (tanah bekas kotoran cacing). FMA adalah suatu bentuk asosiasi antara fungi atau jamur dengan perakaran tanaman tingkat tinggi dan bentuk hubungan ini saling menguntungkan, dimana fungi membantu tanaman dalam penyerapan unsur hara dan air, terutama unsur hara fosfat, sedangkan jamur mendapatkan makanan berupa hasil fotosintesis dari tanaman inangnya. Sementara kascing merupakan tanah bekas kotoran cacing yang banyak mengandung unsure hara (makro dan mikro), asam-asam organik (seperti: asam humat dan fulvat), serta mengandung berbagai macam zat pengatur tumbuh (ZPT), misalnya: auksin, sitokin, dan giberalin.

Cara pemakaian FMA adalah:

  1. Pada lubang tanam: masukan inokulan FMA sebanyak 10 g/tanaman ke dalam lubang tanam, kemudian ditutup dengan selapis tanah, lalu ditanami bibit tanaman. Misalnya untuk tanaman jagung, kentang, cabe, dan padi gogo.
  2. Pada persemaian atau pembibitan: masukan tanah ke dalam seed bed, lalu tebarkan secara merata FMA di atas tanah tersebut kemudian ditutup dengan selapis tanah, lalu bibit tanaman disemai, kemudian ditutup lagi bibit tersebut.
  3. Penanaman di polibag/pot: masukan inokulan FMA sebanyak 10 g/tanaman ke dalam lubang tanam, kemudian ditutup dengan selapis tanah, lalu ditanami bibit tanaman. Misalnya untuk tanaman: jagung, cabe, mangga, jeruk, dll.

Cara pemakaian kascing adalah:

  1. Pada penanaman di polibag/pot: campurkan tanah dengan kascing sebanyak 5 g/tanaman, lalu inkubasi selama ± 15 hari, kemudian ditanami bibit tanaman, misalnya: selada, tomat, cabe dll.
  2. Pada penanaman di lahan (pada lubang tanam): masukan kascing sebanyak 10 g/tanaman ke dalam lubang tanam, lalu diinkubasi selama 15 hari, kemudian ditanami bibit tanaman, misalnya untuk tanaman cabe, tomat, selada, dll.

Beberapa contoh pemakaian Kompos: FMA

 

Selada (FMA + kascing) Tomat (FMA + kascing)

 

Tomat organik (FMA+kascing) Kentang organik (FMA+ pupuk organik)

  Sumber : Prof. Dr. Ir. Eti Farda Husin, MS (Dosen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UNAND)

Kasih Comentnya Dong ...!!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s