Pengertian & Sejarah Biologi Tanah, Serta Pengelompokan Organisme Tanah

Posted: April 17, 2012 in TULISAN

1.1. Pengertian Biologi tanah

Tanah merupakan suatu komponen penting dalam modal dasar pertanian. Sifat, ciri dan tingkat kesuburan (produktivitas) nya, tanah sangat dipengaruhi oleh sifat kimia,fisika dan biologi tanah. Biologi tanah adalah ilmu yang mempelajari mahluk-mahluk hidup didalam tanah. Karena ada bagian-bagian hidup di dalam tanah, maka tanah itu disebut sebagai “Living System” contohnya akar tanaman dan organisme lainnya di dalam tanah.

Tanah  yang mempunyai nilai produktivitas yang tinggi,tidak hanya terdiri dari bagian padat, cair dan udara saja, tetapi harus ada jasad hidup yang merupakan organisme hidup. Sebaliknya aktivitas organism tanah dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu :

a).Iklim à organisme tanah lebih banyak ditemui jumlah (populasi) nya dan keragamannya pada  tanah didaerah yang mempunyai curah hujan dan temperatur yang tinggi dibandingkan di daerah yang mempunyai curah hujan dan temperatur rendah.

b).Tanah àTingkat kemasaman, kandungan hara dan umur tanah dapat mempengaruhi organisme dalam tanah. Bahteri lebih banyak ditemui pada daerah yang berkemasaman sedang (normal), sedangkan jamur/cendawan lebih banyak pada tanah yang kemasaman rendah (masam). Tanah-tanah yang diberi kapur dan pupuk, umumnya lebih banyak populasi organismenya.  Pada tanah perawan, populasi dan keragaman organisme nya lebih banyak dibandingkan pada tanah-tanah tua.

c).Vegetasi àpada lokasi tanah-tanah hutan ditemui organism yang lebih banyak dan lebih beragam dibandingkan pada lokasi padang rumput.

1.2. Sejarah munculnya Biologi Tanah

Biologi tanah diawali dengan munculnya mikrobiologi tanah yaitu pada tahun 1838 setelah J.B.Boussinggault menunjukkan bahwa legume dapat memperoleh nitrogen (N) dari udara bila ditumbuhkan pada tanah yang tidak dipanasi. Lima tahun kemudian M.W.Beijerink, dapat memisahkan bahteri dari bintil akar. Sedangkan Anthony Van Loewenholk dari Belanda telah mampu membuat gambar mikrobia.

Pada th 1881, Darwin mengenalkan bahwa cacing tanah sangat berperan dalam proses pelapukan di dalam tanah. Tahun 1886 Adametz menemukan bahwa fungi melimpah di dalam tanah. Lipmann and Brown pada tahun 1903 mempelajari tentang transformasi dari unsur-unsur hara dalam tanah. Setahun kemudian Hitler and Stomer menemukan bahwa Actinomycetes adalah salah satu organisme tanah yang penting di dalam tanah.

Antara th 1921 s/d 1927 Rayner and Meilin mulai mendalami studi tentang cendawan mikoriza. Alexander Flemming pada th 1929 menemukan penicillin sebagai antibiotic. Sepuluh tahun kemudian Ehrenburg memperkenalkan bahwa sejumlah protozoa yang mendiami tanah sebagai penyebab yang merugikan atau musuh bagi bahteri. Bersamaan waktu itu Mosse mendalami penelitian tentang ekto dan endomikoriza.

1.3. Pengelompokan organisme tanah

Berdasarkan ukurannya, organisme tanah dapat digolongkan ke dalam 3 kelompok yaitu :

a).Mikrobiota yaitu jasad mikro yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang dan berukuran kurang dari 0,2 mm. Contohnya protozoa, bahteri,  jamur, protozoa dan lain-lain.

b).Mesobiota yaitu jasad yang berukuran antara 0,2 mm s/d 10 mm arrtinya jasad yang sudah dapat dilihat dengan mata telanjang tetapi ukurannya masih kecil. Contohnya tungau, semut, kutu, lalat dan lain-lain.

c).Makrobiota yaitu jasad makro yang berukuran lebih besar dari 10 mm. Contoh nya cacing tanah, keong dan lain-lain.

Walaupun organisme tanah (biota) terdiri dari makro,meso dan mikro, namun efek dari mikrobiota terhadap produktivitas tanah dan terhadap tanaman jauh lebih besar dibandingkan efek dari makrobiota. Karena itu dalam tulisan ini lebih banyak dibicarakan mikrobiota dibandingkan makrobiota, kecuali cacing dan keong mas.

Menurut Buckman and Brady (1969) secara umum penggolongan /pengelompokan organisme tanah yang dihubungkan dengan kesuburan tanah dapat dikelompokkan seperti Tabel 1 .

Tabel 1. Penggolongan umum organisme tanah

                       Hewan                                                              Tanaman

Makro : – Cacing Tanah                                    Makro : – akar tanaman

-serangga dll

Mikro : – nematoda                                            Mikro : -Bahteri

-protozoa dll                                                        -Jamur/fungi/cendawan

                                                                                                   – Actinomycetes dll

Sumber: Buckman and Brady (1969).

Tabel 1 memperlihatkan adanya makro dan mikro organism dalam bentuk hewan (fauna) dan bentuk tanaman (flora). Umumnya  mikrofauna (hewan mikro) banyak merugikan tanaman, sebaliknya yang mikroflora (tanaman mikro) lebih banyak menguntungkan tanaman.  Organisme yang termasuk makrofauna yang paling banyak jumlah dan aktivitasnya adalah cacing tanah.  Akibat aktivitasnya menggali liang dalam tanah akan terjadi perbaikan aerasi  dan drainase tanah, disamping itu kotorannya kaya akan hara. Cacing tanah juga penting dalam translokasi bahan organic dari lapisan atas ke lapisan yang lebih dalam, tetapi cacing peka terhadap terhadap perubahan lingkungan.

Nematoda yang termasuk mikrofauna dapat menyebabkan beberapa penyakit pada tanaman tingkat tinggi, terutama menyerang akar tanaman.  Nematoda menggunakan serasah

bahan organik, mikro organisme atau nematode yang lain sebagai bahan makanannya. Fauna tanah juga menyediakan bahan makanan untuk mikroflora melalui peranan lansung nya  dalam mendekomposisikan bahan organic dan secara tidak lansung melalui pengadukan sisa-sisa tanaman di dalam tanah sehingga menyebabkan peningkatan aktifitas jasad mikro lainnya.

Jumlah (populasi) mikroflora dalam tanah beragam, tetapi secara umum dalam tanah sebaagai berikut :

– Bakheri ——————–à    2600kg/ha tanah

-Fungi/jamur/cendawan à     2000 kg/ha tanah

-Actinomycetes ————à   220 kg/ha tanah

-Protozoa ——————–à   100 kg/ha tanah

-Algae ————————à     10 kg/ha

Dari Tabel 1 terlihat bahwa mikro organisme ditemui dalam bentuk mikroflora  dan mikrofauna, namun Biologist dari Jerman (Heckel) tidak sependapat dengan Buckman and Brady . Karena menurut  Heckel, mikro organisme (mikroba) merupakan mahluk yang mempunyai watak atau sifat yang unik dibandingkan dengan tanaman dan hewan. Antara tanaman dan hewan mempunyai perbedaan yang jelas (Tabel 2).

Tabel 2. Perbedaan antara tanaman dan hewan

                           Tanaman                                                             Hewan

1.Dinding sel jelas yang terdiri dari                           1.Dinding sel tidak jelas

Selulosa atau hemisellulosa

2.Bahan organic dibuat                                                  2.Bahan organic digunakan

3.Menggunakan C02,  air dan nitrat.                          3.Membebaskan C02 dan air.

Sebaliknya membebaskan 02 .

4.Tidak mempunyai susunan syaraf                          4.Mempunyai susunan syaraf jelas

______________________________________________________________________________                       

 

Apakah mikroba itu tanaman atu binatang? Karena mikroba mempunyai sebagaian sifat tanaman dan sebagian binatang. Berdasarkan alasan itu Heckel menyatakan bahwa mikroba

tidak termasuk golongan tanaman atau hewan, sehingga Heckel mengusulkan nama golongan mikroba dengan “Protista”.  Golongan ini umumnya uniseluler tetapi kadang-kadang multi seluler tanpa diferensiasi data, jaringan yang jelas sedangkan tanaman dan hewan ada differensiasi.

Protista mempunyai watak dan ciri-ciri yang sangat beragam , sehingga dibedakan menjadi beberapa golongan didasarkan watak dan ciri yang dimilikinya.

1.Berdasarkan tipe sel nya :

a).Prokaryotik (Protista tingkat rendah)à mikroba yang mempunyai sel sederhana .Contoh  bahteri, ganggang biru.

b).Eukaryotik (Protista tingkat tinggi) àmikroba yang mempunyai tipe sel yang perkembangannya telah sempurna. Contohnya jamur, protozoa.

2. Berdasarkan hubungannya dengan bahan organic :

a).Prosedur à mikroba yang dapat mensintesa bahan organic dari bahan anorganik.

b).Konsumer à mikroba yang hidupnya tergantung dari bahan organic yang disintesa oleh fotokimia dan produser.

c).Dekomposer à mikroba yang dapat mensintesa bahan organic yang sifatnya komplek.

3. Berdasarkan kebutuhan hidupnya :

a). Heterotrop (organotrop) à mikroba yang memerlukan bahan organic untuk pertumbuhannya.

b). Autotrop (lithotrop) à mikroba yang dapat hidup dengan membutuhkan senyawa-senyawa mineral. Hampir tidak mampu membusukkan bahan organic karena dapat mensintesis sendiri kebutuhannya.

4. Berdasarkan cara memperoleh energy :

a). Fotosintetik (Fotolithotrofik) à mikroba yang memperoleh energy nya dari cahaya. Contoh : ganggang biru

b). Kemosintetik (khemolithotrofik) à mikroba yang memperoleh energinya dari oksidasi senyawa organic. Contohnya Algae.

5. Berdasarkan asalnya :

    a).Autochton à mikroba asli suatu tanah tertentu

b).Zymogen à mikroba yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh perlakuan tertentu, contoh : akibat penambahan pupuk

c).Transion à mikroba introduksi (yang sengaja dimasukkan ke dalam tanah), contohnya rhizobium pada tanaman leguminosa

6. Berdasarkan kegiatannya sebagai agensia geokimia , mikroba dapat dibedakan seperti dalam  Tabel 3 berikut :

Tabel 3. Penggolongan mikroba berdasarkan kegiatannya sebagai agensia geokimia.

——————————————————————————————————————-

Kegiatan                                     bakhteri                 actinomycetes                jamur

——————————————————————————————————————-

a.Perombak sellulosa            Bacillus sp               Nucordya                     Aspergillus

b.Perombak lignin                                                                                               copricus

c.Perombak pectin                 Bacillus                  streptomyces               fusarium

d.Perombak khitin                  Bacillus                   streptomyces              fusarium

e.Pengoksidasi ammonia     Bacillus                  Streptomyces              Aspergillus

f.Pereduksi nitrat                    Pseudomonas

g.Pengosidasi nitrit                 Nitrobachter

h.Pengoksidasi belerang       Thiobacillus                                                  Aspergillus

 

———————————————————————————————————————

Sumber : Prof. Dr. Ir. Eti Farda Husin, MS (Salah Seorang Profesor yang mengasuh mata kuliah Biologi Tanah di  Universitas Andalas)

Comments
  1. riki says:

    semuanya sudah bagus. bagaimana setiap tulisa disertai dengan daftar pustaka atau bahan bacaan agar lebih ilmiah dan baik

Kasih Comentnya Dong ...!!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s