Apa Itu Lapisan Tapak Bajak …????

Posted: February 10, 2012 in TULISAN

Lapisan tapak bajak adalah lapisan tipis pada tanah sawah yang terbentuk oleh proses-proses pengolahan tanah, baik secara mekanik maupun manual.  Lapisan tapak bajak  (plow pan, plow sole, traffic pan), bukan merupakan horizon genetik tersendiri (Kyuma and Kawaguchi, 1966).

Lapisan ini mungkin merupakan sebagian dari horizon A dan sebagian horizon B, atau salah satu dari keduanya, tetapi umumnya lebih mirip dengan horizon A. Horizon ini mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :

a) agak padat, sehingga kerapatan lindak relatif tinggi.

b) pori-pori mikro banyak, dan pori-pori makro serta meso sedikit,

c) kondisi redoks dan pencucian Fe dan Mn tereduksi lebih menyerupai lapisan olah diatasnya daripada horizon B dibawahnya, karena itu dianggap sebagai bagian dari horizon A.

d) Warna matriks abu-abu seperti horizon Apg, meskipun karatan besi sering ditemukan

e) telah terjadi pencucian Fe dan Mn

f) Lapisan yang cukup berkembang mempunyai struktur lempeng (Koenigs, 1950)

g) tebal lapisan antara 5-10 cm dan,

h) terbentuk pada kedalaman antara 10-40cm.

Lapisan tapak bajak terbentuk karena hal-hal sebagai berikut :

1. Pemadatan selama pembajakan lapisan olah (diatasnya) dalam keadaan basah, atau pemadatan lain oleh tekanan kaki manusianatau binatang, sedangkan lapisan dibawahnya dalam keadaan relatif ering.

2. Penghancuran agregat tanah akibat pengolahan tanah dalam keadaan basah dan akibat tekanan alat-alat pengolahan tanah, menyebabkan lapisan ini menjadi lebih padat.

3. Pembentukannya dipengaruhi oleh tekstur tanah, dan sifat mengembang danmengerut tanah. Pada tanah berpasir, tidak terbentuk lapisan tapak bajak, karena kohesi butir-butir pasir rendah sehingga sulit merekat. Pada tanah liat dengan sifat tanah mengembang dan mengerut karena kandungan mineral liat 2:1 yang tinggi, lapisan tapak bajak juga tidak terbantuk karena selalu rusak oleh sifat kembang kerut tersebut (proses pedoturbasi).

4. Tanah berlempung halus adalah yang optimal untuk pembentukan lapisan tapak bajak. Sementara, tanah yang mengandung liat terlalu tinggi lapisan tapak bajak kurang nyata terbentuk.

5. Pada tanah dengan air tanah sangat dangkal atau selalu tergenang, lapisan tapak bajak juga tidak nyata terbentuk, karena kadar air tanah yang tinggi (basah) dibawah lapisan olah, menyebabkan daya kohesi butir-butir tanah rendah, sehingga sulit merekat satu sama lain.

6. lapisan tapak bajak terbentuk bukan karena iluviasi liat, karena terbukti tidak ada peningkatan liat halus dan tidak ditemukan selaput liat (cutan) (Moormann and Breemen, 1978).

 

Pada tanah sawah bertekstur lempung berpasir, lapisan tapak bajak mulai terbentuk setelah tiga tahun penyawahan pada pengolahan tanah secara mekanis. sedangkan pada tanah sawah bertekstur liat halus, lapisan tapak bajak terbentuk setelah 10-12 tahun penyawahan. Setelah 50 tahun terlihat jelas, dan setelah 200 tahun, lapisan tapak bajak sudah berkembang dengan baik )Kanno et al, 1964).

Munir  (1987), menemukan bahwa penggunaan traktor berat untuk pengolahan tanah sawah akan mempercepat pembentukan lapisan tapak bajak. Ia mengemukaakn bahwa pada inceptisol (tanah aluvial) di Sukamandi, subang, dapat terbentuk lapisan tapak bajak setebal 20 cm, dalam jangka waktu 20 tahun penggunaan traktor berat (5t), untuk pengolahan tanah sawah 2 kali setiap tahunnya. Pola erubahan ketebalan lapisan tapak bajak adalah dari bawah keatas, seperti terlihat dari jarak antara permukaan tanah dengan batas bawah lapisan tapak bajak yang slalu tetap, baik yang diolah dengan traktor berat maupun yang diolah dengan traktor tangan. pengolahan tanah dengan traktor tangan (berat 200 Kg), hanya menghasilkan lapisan tapak bajak setebal 2 cm dalam jangka waktu 20 tahun. Pada tanah vertisol, tidak pernah dapat terbentuk lapisan tapak bajak, meskipun pengolahan tanah dilakukan dengan enggunakan traktor berat. hal ini terjadi karena kandungan mineral liat 2:1 yang tinggi pada tanah tersebut, sehingga lapisan tapak bajak yang mulai terbentuk slalu menjadi rusak kembali, akibat proses mengembang dan mengerutnya mineral liat tersebut.

Adanya lapisan tapak bajak berpengaruh positif terhadap ketersediaan air untuk tanaman padi, tetapi pada waktu pergiliran (rotasi tanaman) dengan tanaman palawija, pengaruh tersebut menjadi tidak nyata. Bahkan pada lapisan tapak bajak yang telah berkembang dengan baik, karena sangat padat, lapisan tersebut malahan dapat menjadi penghambat perkembangan akar tanaman palawija. lapisan ini bermanfaat untuk menahan gerakan air perkolasi, sehingga memudahkan terjadinya genangan air di permukaan tanah.

 

Kasih Comentnya Dong ...!!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s