Teknik Budidaya Tanaman Terong.

Posted: June 6, 2011 in TULISAN

1. PENDAHULUAN

Prospek budidaya tanaman terong makin baik untuk dikelola secara intensif dan komersial dalam skala agribisnis, namun hasil rata-ratanya masih rendah. Hal ini disebabkan bentuk kultur budidaya yang masih sampingan, belum memadainya informasi teknik budidaya di tingkat petani. PT. Natural Nusantara berusaha memberi alternatife solusi bagaimana teknik budidaya terong sehingga tercapai peningkatan produksi secara K-3, yaitu Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian lingkungan.

2. SYARAT TUMBUH.

  • Dapat tumbuh di dataran rendah tinggi
  • Suhu udara 22 – 30o C
  • Jenis tanah yang paling baik, jenis lempung berpasir, subur, kaya bahan organik, aerasi dan drainase baik dan pH antara 6,8-7,3
  • Sinar matahari harus cukup
  • Cocok ditanam musim kemarau

3. PEDOMAN BUDIDAYA.

3.1. PEMBIBITAN

Rendamlah benih dalam air hangat kuku + POC NASA dosis 2 cc per liter selama 10 -15 menit. Bungkuslah benih dalam gulungan kain basah untuk diperam selama + 24 jam hingga nampak mulai berkecambah. Sebarkan benih di atas bedengan persemaian menurut barisan, jarak antar barisan 10-15 cm. Campurkan 1 pak Natural GLIO + 25-30 kg pupuk kandang halus diamkan seminggu, kemudian masukkan benih satu persatu ke polibag yang telah berisi campuran tanah dan pupuk kandang halus yang telah dicampur Natural GLIO tadi dengan perbandingan 2 : 1.

Tutup benih tersebut dengan tanah tipis. Permukaan bedengan yang telah disemai benih ditutup dengan daun pisang. Setelah benih tampak berkecambah muncul, buka penutupnya. Siram persemaian pagi dan sore hari. Semprot POC NASA dosis 2-3 tutup per tangki setiap 7-10 hari sekali. Perhatikan serangan hama dan penyakit sejak di pembibitan. Bibit berumur 1-1,5 bulan atau berdaun empat helai siap dipindahtanamkan.

3.2. PENGOLAHAN LAHAN

Bersihkan rumput liar (gulma) dari sekitar kebun. Olah tanah dengan cangkul ataupun bajak sedalam 30-40 cm hingga gembur. Buat bedengan selebar 100-120 cm, jarak antar bedengan 40-60 cm, ratakan permukaan bedengan. Jika pH tanah rendah, tambahkan Dolomit. Sebarkan pupuk kandang 15-20 ton / ha, campurkan merata dengan tanah. Akan lebih optimal jika ditambah SUPERNASA atau jika tidak ada pupuk kandang dapat diganti SUPERNASA 10-20 botol / ha dengan cara :

  • Alternatif 1 : satu botol SUPERNASA diencerkan dalam 3 lt air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk untuk menyiram bedengan
  • Alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 liter air diberi 1 sendok peres makan SUPERNASA untuk menyiram + 10 m bedengan. Sebarkan pupuk dasar dengan campuran ZA atau Urea 150 kg + TSP 250 kg per ha dicampur dengan tanah secara merata atau sekitar 10 gr campuran pupuk per lubang tanam. Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet yang telah dicampur pupuk kandang 25-50 kg merata ke bedengan atau ke lubang tanam. Jika pakai Mulsa plastic, tutup bedengan pada siang hari. Biarkan selama seminggu sebelum tanam. Buat lubang tanam dengan jarak 60×70 cm / 70×70 cm.

3.3. PENANAMAN.

Waktu tanam yang baik musim kering. Pilih bibit yang tumbuh subur dan normal. Tanam bibit di lubang tanam secara tegak lalu tanah di sekitar batang dipadatkan. Siram lubang tanam yang telah ditanami hingga cukup basah (lembab).

3.4. PENGAIRAN
Dilakukan rutin tiap hari, terutama pada fase awal pertumbuhan dan cuaca kering, dapat di-leb atau disiram dengan gembor.

3.5. PENYULAMAN
Sulam tanaman yang pertumbuhannya tidak normal, mati atau terserang hama penyakit. Penyulaman maksimal umur 15 hari

3.6. PEMASANGAN AJIR (TURUS).

Lakukan seawal mungkin agar tidak mengganggu (merusak) sistem perakaran. Turus terbuat dari bilah bambu setinggi 80-100 cm dan lebar 2-4 cm. Tancapkan secara individu dekat batang. Ikat batang atau cabang terong pada turus.

3.7. PENYIANGAN.

Rumput liar atau gulma di sekitar tanaman disiangi atau dicabut. Penyiangan dilakukan pada umur 15 hari dan 60-75 hari setelah tanam

3.8. PEMUPUKAN
Jenis dan Dosis Pupuk Makro disesuaikan dengan jenis tanah, varietas dan kondisi daerah menurut acuan dinas pertanian setempat. Berikut salah satu alternatif :

Jenis Pupuk Pemupukan Susulan (kg/ha)
Umur 15 hari Umur 25 hari Umur 35 hari Umur 45 hari
Urea 75 75 75 75
SP-36 50
KCl 75 100 75

Pemupukan diletakan sejauh 20 cm dari batang tanaman sebanyak 10 gram campuran pupuk per tanaman secara tugal atau larikan ditutup tanah dan disiram atau pupuk dikocorkan sebanyak 3,5 gram per liter air, kocorkan larutan pupuk sebanyak 250 cc per tanaman. Semprotkan 3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK per tangki setiap 1-2 minggu sekali.

3.9. PEMANGKASAN ( PEREMPELAN )

Pangkas tunas-tunas liar yang tumbuh mulai dari ketiak daun pertama hingga bunga pertama juga dirempel untuk merangsang agar tunas-tunas baru dan bunga yang lebih produktif segera tumbuh.

Comments
  1. mbojosouvenir says:

    nice info🙂

Kasih Comentnya Dong ...!!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s