Metodologi Pemetaan

Posted: October 18, 2012 in Uncategorized

Yang dimaksud metodologi pemetaan disini adalah semua metoda yang dapat digunakan untuk mendapatkan gambaran (bentuk dan ukuran) sebagian permukaaan bumi sehingga dapat diproses menjadi  sebuah peta.

Berbagai metodologi yang dapat digunakan untuk mendapatkan gamb aran permukaan bumi tersebut antara lain adalah :

1. Remote Sensing (Penginderan Jauh)

2. Foto Udara

3. Global Positioning Sistem (GPS)

4. Tererestris

5. Bathimetrik/ Hidrografi

6. Kombinasi.

Masing-masing metoda mempunyai ciri/ karakteristik tertentu dan mempunyai perbedaan dari segi :

-          teknologi yang digunakan

-          bentuk/ format data yang dihasilkan

-          metoda pemerosesan

-          penggunaan/ aplikasinya

-          biaya

-          waktu

-          luas area terpetakan

Masing-masing metoda tersebut mempunyai kelebihan/ keunggulan dan kelemahannuya. Banyak faktor yang menentukan kapan digunakan masing-maasing metoda tersebut, antara lain seperti; luas area, waktu, biaya, tingkat ke-detail-an, tingkat ketelitian, kondisi area, sarana pendukung, dlsb.

Dalam pelatihan ini akan diuraikan/ dijelaskan secara ringkas teknis masing-masing metoda tersebut, sehingga kita dapat memahami dan membandingkan penggunaan masing-masing metoda tersebut.

 1. Metoda Penginderaan Jauh (Remote Sensing)

Adalah metoda untuk mendapatkan gambaran permukaan bumi dengan memancarkan suatu gelombang elektromagnetik tertentu yang dipancarkan dari sebuah sratelit dengan ketinggian kurang lebih 20.000 km diatas permukaan bumi.Gambaran permukaan bumi yang dihasilkan melalui metoda ini berupa image yang disebut juga dengan citra satelit. Teknik pemancaran gelombang tersebut seolah-olah melakukan ‘scanning’ atau sapuan terhadap permukaan bumi dengan lebar tertentu. Pemoresan hasil ‘scanning’ tersebut dilakukan pada laboratorium dengan cara menganalisis gelombang tersebut dengan metoda tertentu. Dalam proses ini juga dilakukan interpretasi terhadap citra sehingga dapat diindentifikasi objek-objek yang ada dipermukaan bumi. Metodologi ini mengalami perkembangan dari waktu kewaktu dengan sangat pesat. Perkembangan tersebut sangat signifikan terlihat dari kualitas image/ citra yang dihasilkan. Resolusi image yang dihasilkan sekarang sangat tajam, sehingga memungkinkan untuk mebuat peta dengan skala besar.Contoh produk citra satelit ini antara lain adalah : Citra Land Sat, NOA, Spot, IKONOS,Quick Bird, dlsb.

2. Metoda Foto Udara ( Fotogrametri)

Adalah metoda untuk mendapatkan gambaran permukaan bumi dengan cara melakukan pemotretan dari udara secara vertikal dengan ketinggian 2000 m s/d 10000 m diatas permukaan tanah menggunakan pesawat terbang.

Hasil awal yang diperoleh dari metoda ini berupa image (foto) dari permukaan bumi yang kemudian diolah/ diproses dengan cara fotogrametri sehingga dapat dihasilkan sebuah peta.

Teknik dan prosedur pelaksanaan foto udara ini disusun sedemikian rupa memenuhi kaedah-kaedah pemerosesan fotogrametri tersebut.

Bebrapa faktor yang diperhatikan dalam prosedur pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

-          rencana dan identifikasi lokasi/ areal pemotreatan

-          peralatan yang digunakan (pesawat, kamera, dlsb.)

-          rencana overlap dan side lap foto

-          perencanaan jalur terbang

-          perencanaan terbang ( ketinggian terbang, kecepatan, waktu pemotretan, dlsb.)

-           identifikasi titik kontrol tanah dan pemasangan premark (tanda dilapangan)

Prosedur metoda foto udara dapat digambarkan seperti diagram alir berikut ini.

Pemerosesan foto udara menjadi peta foto atau peta garis dilakukan pada Laboratorium fotogrametri dengan peralatan tertentu.

3. Metoda Global Positioning System (GPS)

Metoda ini menetukan posisi titik-titik dipermukaan bumi dengan cara memancarkan satu gelombang dari satelit-satelit yang diedarkan diatas permukaan bumi pada oribit lebihkurang 20000 km diatas permukaan bumi ini. Gelombang tersebut ditangkap dan diproses oleh sebuah alat sehingga diperoleh posisi titik dimana alat tsb. berada.

Alat tsb. disebut juga dengan alat Global Positioning System atau dikenal dengan singkatan alat GPS.

Konsep penentuan posisi dengan alat ini menggunakan besaran dan fungsi gelombang yang dapat diproses menjadi jarak dan kemudian berdasarkan jarak-jarak tersebut dan posisi satelit yang teridentifikasi maka posisi alat dapat dihitung.

Konsep penentuan posisi dengan cara ini mirip dengan metoda pengikatan kebelakang, dimana minimal dibutuhkan 3 satelit secara simultan yang dapat teridentifkasi dalam alat tersebut.

  4. Metoda Trestris

Adalah metoda untuk mendapatkan gambaran permukaan bumi dengan cara melakukan pengukuran langsung dilapangan melalui serangkaian pengukuran sudut, jarak dan tinggi menggunakan peralatan tertentu.

Hasil dari metoda ini adalah berupa posisi titik-titik dilapangan yang kemudian dapat dihubungkan menjadi garis dan garis menjadi poligon atau area sehingga dapat tergambarkan unsur-unsur permukaan bumi tersebut baik unsur alam (sungai, danau laut, gunung, dlsb.) maupun unsur buatan manusia (jalan, jembatan, bangunan, dlsb.).

Metoda Trestris ini dikenal juga dengan Ilmu Ukur Tanah yang biasanya digunakan untuk keperluan perencanaan teknis dengan penyajian skala besar serta keperluan rekonstruksi dari perencanaan tersebut ke lapangan.

Prosedur umum dari metoda Trestris ini adalah sbb. :

  1. Identifikasi dan orientasi lapangan
  2. Perencanaan kerangka dasar pemetaan
  3. Penentuan titik awal dan sisi awal kerangka dasar
  4. Pengukuran kerangka dasar pemetaan
  1. Pengukuran kerangka dasar horisontal (sudut dan jarak metoda poligon)
  2. Pengukuran kerangka dasar vertikal (beda tinggi metoda sipat datar)
  1. Pengukuran detail situasi (planimetris dan kontur metoda tachymetri))
  2. Pengolahan data (horisontal dan vertikal)
  3. Proses penggambaran dan penyajian peta (kartografi)
  4. Reproduksi/ plotting peta

5. Metoda Bathimetrik

Adalah Metoda untuk menentukan posisi dan bentuk permukaan bumi dibawah laut (air).

Metoda ini biasa disebut juga dengan metoda Hidrografi, dimana dibutuhkan peralatan dan prosedur khusus yang berkaitan dengan penentuan posisi unsur-unsur permukaan bumi dilaut.

Peralatan yang dibutuhkan pada prinsipnya adalah peralatan untuk penentuaan posisi (koordinat) dan peralatan untuk penentuan kedalaman laut.

6. Metoda Gabungan

Pada prakteknya dimungkinkan terjadinya penggabungan atau kombinasi pada metoda-metoda tersebut dalam rangka upaya meingkatkan kualitas dan efektifitas kerja. Hal ini biasanya sesuai dengan kebutuhan atau aplikasinya serta kondisi sarana yang tersedia.

Contoh kombinasi metoda-metoda ini antara lain adalah ; Remote sensing dengan foto udara, foto udara dan GPS, Remote sensing dan GPS, Trestri dan GPS, Bathimetrik dan GPS, dlsb.

 

Sumber:

Pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG/GIS)

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kota Solok– FT Unand,  Tahun 2005

About these ads

Kasih Comentnya Dong ...!!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s