Teknik Budidaya Tanaman Cabai

Posted: June 6, 2011 in TULISAN

1.  Pendahuluan

Cabe (Capsicum Annum varlongum) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia. Cabe merupakan tanaman perdu dari famili terong‐terongan yang memiliki nama ilmiah Capsicum sp. Cabe berasal dari benua Amerika tepatnya daerah Peru dan menyebar ke negara‐negara benua Amerika, Eropa dan Asia termasuk Negara Indonesia.

2.  Pedoman Budidaya.

2.1.    Penyiapan Benih.

Benih cabe dapat dibuat sendiri dengan cara sebagai berikut:

Pilih buah cabe yang matang (merah) Bentuk sempurna, segar Tidak cacat dan tidak terserang penyakit. Kemudian keluarkan bijinya dengan mengiris buah secara memanjang Cuci biji lalu dikeringkan. Kemudian pilih biji yang bentuk, ukuran dan warna seragam, permukaan kulit bersih, tidak keriput dan tidak cacat. Bila kesulitan membuat sendiri, benih cabe dapat dibeli di took pertanian setempat. Benih yang akan ditanam diseleksi dengan cara merendam dalam air, biji yang terapung dibuang.

2.2.    Persemaian

Sebelum tanam di tempat permanen, sebaiknya benih disemai dulu dalam wadah semai yang dapat berupa bak plastik atau kayu dengan ketebalan sekitar 10 cm yang dilubangi bagian dasarnya untuk pengaturan air(drainase). Persiapannya adalah sebagai berikut:

  • Isikan dalam wadah semai media berupa tanah pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Untuk menghilangkan gangguan hama berikan pestisida sistemik di tanah dengan takaran 10 gr/m2. Media ini disiapkan 1 minggu sebelum penyemaian benih.
  • Benih yang akan ditanam, sebelumnya direndam dalam air hangat (50 derajat Celcius) selama semalam, Tambahkan MiG‐6PLUS saat perendaman dengan dosis 10ml : 1 liter air.
  • Tebarkan benih secara merata di media persemaian, bila mungkin beri jarak antar benih 5 x 5 cm sehingga waktu tanaman dipindah/dicabut, akarnya tidak rusak. Usahakan waktu benih ditanam diatasnya ditutup selapis tipis tanah. Kemudian letakkan wadah semai tersebut di tempat teduh dan lakukan penyiraman secukupnya agar media semai tetap lembab.

2.3.    Pembibitan

  • Benih yang telah berkecambah atau bibit cabe umur 10‐14 hari (biasanya telah tumbuh sepasang daun) sudah dapat dipindahkan ke tempat pembibitan.
  • Siapkan tempat pembibitan berupa polybag ukuran 8 x 9 cm atau bumbungan dari bahan daun pisang sehingga lebih murah harganya. Masukkan ke dalamnya campuran tanah, pasir dan pupuk kandang.
  • Pindahkan bibit cabe ke wadah pembibitan dengan hati‐hati. Pada saat bibit ditanam di bumbungan, tanah di sekitar akar tanaman ditekan‐tekan agar sedikit padat dan bibit berdiri tegak. Letakkan bibit di tempat teduh dan sirami secukupnya untuk menjaga kelembabannya.
  • Pembibitan ini bertujuan untuk meningkatkan daya adaptasi dan daya tumbuh bibit pada saat pemindahan ke tempat terbuka di lapangan atau pada polybag Pemindahan bibit baru dapat dilakukan setelah berumur 30‐40 hari.

2.4.    Persiapan Media Tanam dalam Polybag

  • Siapkan polybag tempat penanaman yang berlubang kiri kanannya untuk pengaturan air.
  • Masukkan media tanam ke dalamnya berupa campuran tanah dengan pupuk kandang 2 : 1 sebanyak 1/3 volume polybag. Tambahkan pestisida sistemik 2‐4 gr/tanaman untuk mematikan hama pengganggu dalam media tanah.
  • Masukkan campuran tanah dan pupuk kandang ke dalam polybag setinggi 1/3 nya.
  • Tambahkan pupuk buatan sebagai pupuk dasar yaitu 10 gr SP 36, 5 gr KCl dan 1/3 bagian dari campuran 10 gr Urea + 20 gr ZA per tanaman (2/3 bagiannya untuk pupuk susulan). Biarkan selama 3 hari, kemudian siram dengan larutan pupuk hayati MiG‐6PLUS dengan dosis 10ml : 1 liter air.

2.5.    Penanaman di Lapangan

  • Siapkan bedengan yang dicampur dengan pupuk kandang
  • Jika pH tanah rendah (4‐5) maka lakukan terlebih dahulu pengapuran. Pengapuran dilakukan bersamaan dengan pembuatan bedengan sebarkan kapur, aduk rata, biarkan selama 3 minggu.
  • Semprotkan larutan pupuk hayati MiG‐6PLUS merata pada permukaan bedengan. Tahap ini kebutuhan pupuk hayati MiG‐6PLUS adalah 2 liter per hektar.
  • Tutup bedengan dengan mulsa plastik.
  • Gunakan kaleng yang diberi arang untuk melubanginya.
  • Pindahkan hati‐hati bibit ke dalam lubang tanam.

2.6.    Penanaman

  • Pilih bibit cabe yang baik yaitu pertumbuhannya tegar, warna daun hijau, tidak cacat/terkena hama penyakit.
  • Tanam bibit tersebut di polybag penanaman. Wadah media bibit harus dibuka dulu sebelum ditanam. Hati‐hati supaya tanah yang menggumpal akar tidak lepas. Bila wadah bibit memakai bumbungan pisang langsung ditanam karena daun tersebut akan hancur sendiri. Tanam bibit bibit tepat di bagian tengah, tambahkan media tanahnya hingga mencapai sekitar 2 cm bibir polybag.
  • Padatkan permukaan media tanah dan siram dengan air lalu letakkan di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung.

2.7. Pemeliharaan Penyiraman

  • Lakukan penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembaban media tanah.
  • Pemupukan
  • Lakukan pemupukan susulan :
  • Pupuk Kimia

Umur 30 hari setelah tanam : 5 gr Kcl per tanaman. Umur 30 dan 60 hari Setelah tanam : masing‐masing 1/3 bagian dari sisa campuran Urea dan ZA pada pemupukan dasar.

  • Pupuk hayati MiG6PLUS

Pengulangan pemberian pupuk hayati MiG6PLUS pada masa pemeliharaan adalah setiap 3 minggu sekali dengan dosis yang di anjurkan adalah 2 liter MiG6PLUS per hektar.

  • Perompesan

Perompesan adalah pembuangan cabang daun di bawah cabang utama dan buang bunga yang pertama kali muncul.

2.7.       Panen dan Pasca Panen

  • Panen

Panen cabai yang ditanam didataran rendah lebih cepat dipanen dibandingkan dengan cabai dataran tinggi. Panen pertama cabai dataran rendah sudah dapat dilakukan pada umur 70‐75 hari. Sedang di dataran tinggi panen baru dapat dimulai pada umur 4‐5 bulan. Setelah panen pertama, setiap 3‐4 hari sekali dilanjutkan dengan panen rutin. Biasanya pada panen pertama jumlahnya hanya sekitar 50 kg. Panen kedua naik hingga 100 kg. Selanjutnya 150, 200, 250, hingga 600 kg per hektar.

Setelah itu hasilnya menurun terus, sedikit demi sedikit hingga tanaman tidak produktif lagi. Tanaman cabai dapat dipanen terus‐menerus hingga berumur 6‐7 bulan. Cabai yang sudah berwama merah sebagian berarti sudah dapat dipanen. Ada juga petani yang sengaja memanen cabainya pada saat masih muda (berwarna hijau). Pemetikan dilakukan dengan hati‐hati agar percabangan/tangkai tanaman tidak patah. Kriteria panennya saat ukuran cabai sudah besar, tetapi masih berwama hijau penuh.

  • Penentuan umur panen

Umur panen cabe biasanya 70‐90 hari tergantung varietasnya, yang ditandai dengan 60% cabe sudah berwarna merah. Untuk dijadikan benih maka cabe dipanen bila buah sudah menjadi merah semua.

About these ads

Kasih Comentnya Dong ...!!!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s